The Kopitiam

A place for Enjoying the Life……………

Sims 3

Posted by Bayu pada April 12, 2009

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Pekanbaru Kota Bertuah

Posted by Bayu pada Desember 16, 2008

Ahhh…. akhirnya sebentar lagi bisa balik ke pekanbaru. Kali ini liburnya cukup panjang. Mulai dari tanggal 22 Desember 2008 sampai 2 Februari 2009. Oh ya tahukah kamu dimana letak Pekanbaru? Pekanbaru  adalah ibukota Provinsi Riau. Sebagai ibukota Provinsi Riau, tentu saja Pekanbaru terletak di Provinsi Riau. Lalu, dimana letak Provinsi Riau? Riau berbatasan dengan Sumatra Utara di Utara, Sumatra Barat di Barat, Jambi di Selatan dan Kepulauan Riau dan Malaysia di Timur.

Beberapa fakta tentang Pekanbaru:

1. Suhunya cukup panas, kadang mencapai lebih dari 32′ C

2. Pekanbaru akan dijadikan sebagai pusat kebudayaan melayu pada 2020

3. Penduduk Pekanbaru hanya berjumlah sekitar 700-800 ribu jiwa.

4. Kota ini sering mendapatkan Piala Adipura karena kebersihannya yang selalu terjaga.

5. Merupakan kota di sumatra yang sangat pesat pertumbuhannya sejak dilakukan otonomi daerah.

6. Surga belanja bagi barang2 impor dan bekas (di pasar bawah semuanya ada 🙂

7. Penduduknya terdiri dari bermacam-macam suku.

8. Salah satu kota di Sumatra yang membebaskan biaya fiskal bagi pendudukya (Seluruh Provinsi Riau termasuk Kota Pekanbaru). Jadi bisa lebih hemat kalau nak melancong ke Malaysia dan Singapore.

dan banyak lagi….

Hmmmm, sepertinya cukup sekian dulu. Saya mau mempersiapkan baju2 untuk pulang kampung. Terima Kasih.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Mihaly dan Orang Kreatif

Posted by Bayu pada Desember 16, 2008

Tugas pelajaran Creative and Innovative kali ini adalah tentang kreativitas menurut Mihaly. Beliau menyatakan 10 sikap paradoks yang dimiliki oleh orang kreatif.

Berikut ini adalah 10 sikap paradoks yang dinyatakan oleh Mihaly:

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.

2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.

4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.

6. Creative people are humble and proud at the same time.

7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

8. Creative people are both rebellious and conservative.

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

Mmmmm……………… Ok , mulai mencoba menjawab/memberikan opini terhadap pernyataan di atas. Menurut saya:

1. Orang kreatif biasanya memang memiliki banyak energi. Sebagai contoh anak-anak yang “nakal” -bahasa bagus nya anak aktif-sebenarnya mempunyai pikiran yang lebih kreatif dari pada temannya yang lain. Mereka biasanya menanggapi sesuatu dengan cara yang lebih unik. Namun bagi sebagian orang, mereka dianggap mempunyai masalah dengan lingkungannya. Yang sebenarnya terjadi adalah mereka mempunyai rasa ingin tahu yang lebih banyak. Rasa ingin tahu ini yang kemudian dapat membuat mereka lebih berpikir kreatif. Namun bukan berarti anak yang pendiam menjadi anak yang tidak kreatif. Anak pendiam biasanya lebih banyak menggunakan kemampuan indra mereka untuk merekam kejadian yang teradi disekitar mereka. Tidak jarang kalau anak yang lambat belajar berjalan/berdiri, sudah bisa berbicara lebih cepat dari anak seumurannya.

2. Kadang kala orang kreatif terlihat naive. Sebenarnya mereka selalu dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu tercipta dari cara berpikir mereka yang sering “out of the box”. Walaupun kadang bagi orang lain hal itu membuat orang kreatif terlihat seperti orang yang tidak tahu apa2. Namun, menurut saya, justru dari pertanyaan-pertanyaan itulah muncul banyak ide-ide baru yang membuat mereka menjadi orang yang kreatif.

3. Orang kretif mengkombinasikan kesenangan dengan disiplin. Contoh nya kira-kira seperti ini, seorang juru masak mungkin dianggap pekerjaan yang kurang “berbobot/menghasilkan”, namun bila dia menikmati perkerjaan nya itu maka dapat dipastikan bahwa dia akan melakukan pekerjaannya itu dengan sepenuh hati. Baginya tidak ada beban berat dalam melakukan pekerjaan itu. Bahkan bisa jadi dia melakukan pekerjan itu dengan tingkat performansi “excellent”. Di tambah lagi dengan menganggap pekerjaannya sebagai hobi, tentunya akan muncul kesenangan2 yang dapat membuatnya berpikir lebih kreatif seperti membuat resep2 baru ataupun memodifikasi resep2 lamanya.

4. Orang kreatif dapat berimajinasi dari kenyataan yang ada dan menjadikan imajinasi mereka sebagai sebuah kenyataan.  Semua orang dapat berimajinasi, namun biasanya hanya orang kreatiflah yang dapat membuat nyata imajinasinya.

5. Orang kreatif menjadi extrovert untuk merealisasikan imajinasinya dan menjadi introvert untuk menciptaka imajinasi2 baru.

6.Orang kreatif tahu kapan harus berbangga hati dan kapan harus berendah hati. Mereka berbangga hati ketika mulai memikirkan suatu ide agar dapat memacu semangat mereka dan membuat menjadi “aku bisa”. Lalu mereka berendah hati ketika menemukan suatu ide baru agar tidak cepat merasa puas diri dan menjadi stagnan.

7. Orang kreatif berpikir menembus batas. Mereka berpikir “out of the box”. Tidak ada yang dapat menghalangi imajinasi mereka. Hanya mereka sendirilah yang menentukan sejauh mana batas yang dapat mereka buat.

8. Konservatif dengan hanya mengikuti jalan pikiran mereka sendiri. Mereka berpikir sesuai dengan aturan-aturan yang mereka buat sendiri. Namun pikiran2 kreatif mereka kadang kala bertentangan dengan tata cara pikiran orang kebanyakan yang membuat mereka menjadi orang yang memberontak terhadap cara berpikir orang2 di sekitarnya.

9. Hobi membuat orang menjadi kreatif. Dengan menjadikan suatu pekerjaan sebagai hobi, maka kita akan semakin mengeksplorasi pekerjaan itu. Selain itu hobi membuat kita semakinb bersemangat dala mengerjakan sesuatu. Namun orang kreatif tidak hanya menjadikan hobi sebagai “hobi”, mereka mempunyai arah yang jelas dari hobi mereka itu. Dengan hobi, mereka menjadikan visi dan misis mereka menjadi terlaksana.

10. Kadang kala orang kreatif mengeluarkan ide2 yang pertama kali dianggap aneh dan tidak wajar oleh masyarakat sekitarnya. Ide2 mereka menjadi sebuah ejekan oleh orang lain. Namun, seiring berjalannya waktu, kebanyakan masyarakat sekitar mulai merasakan manfaat dari ide “aneh ” tersebut dan tidak jarang mereka membuat orang kreatif menjadi seorang pahlawan.

Pfuhh……..selesaiiiiiiiiiii. Akhirnya saya berhasil menulis tulisan sepanjang ini. Hari yang menyenangkan.

Tidak lupa, ucapan terima kasih kepada para pembaca yang bersedia membaca tulisan saya.

Menanam padi di tepi sawah,
menanam bunga di pinggir taman.
Kalau ada ucapan(baca:tulisan) salah,
maaf saudara saya pintakan.

nb: akhirnya bisa juga membuat pantun…… 🙂

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

The Old Tomb

Posted by Bayu pada Desember 15, 2008

One day the Cogia made his last will.  ‘When I die,’ said he, ‘place me in an old tomb.’  When the people about him said, ‘Why do you make this request?’ the Cogia said, ‘When the inquiring angels come and ask me
questions, I can say, “I am deaf.  Do you not see that I as well as my tomb am old?”‘

Posted in CoffeeStory | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Habiliments

Posted by Bayu pada Desember 10, 2008

One day Cogia Efendi, putting on very short habiliments, went to the mosque to say his prayers.  Whilst performing the rakoua the man who was behind him perceiving the Cogia’s — seized hold of them and squeezed them, whereupon the Cogia, seizing hold of those of the man who was before him, squeezed them too; the man, turning round and perceiving that it was Cogia Efendi himself, said, ‘Halloa, what are you about?’  ‘You must ask the man behind me,’ said the Cogia.

Posted in CoffeeStory | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Selling a Ladder

Posted by Bayu pada Desember 3, 2008

One day the Cogia taking a ladder on his shoulder, placed it against a garden wall, and mounting, got over, taking the ladder with him.  The gardener seeing him said, ‘Who are you? and what do you want here?’  ‘I am come to sell this ladder,’ said the Cogia without hesitation.  ‘Is this a place for selling a ladder?’ said the gardener.  ‘O you foolish man,’ said the Cogia, ‘cannot a ladder be sold anywhere?’

Posted in CoffeeStory | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

A Cock and Hens

Posted by Bayu pada Desember 2, 2008

One day the boys of Belgrade took the Cogia along with them into the bath.  They had secretly brought in their pouches a number of eggs.  One and all going into the bathing-house, took off their clothes and went in, and then, sitting down on the bench, they all said to one another, ‘Come, let us lay eggs: whosoever does not lay an egg shall pay the expenses of the bath’; after which they began to make a great noise, cackling like hens, and flinging the eggs which they had brought on the stone bench. Cogia Efendi, seeing what they were about, suddenly began to make a great noise and crow like a cock.  ‘What are you about, Cogia Efendi?’ said the boys.  ‘Why,’ said he, ‘is not a cock necessary where there are so many hens?

Posted in CoffeeStory | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

New Moon

Posted by Bayu pada Desember 2, 2008

One day the Cogia was asked, ‘When there is a new moon, what becomes ofthe old one?’  ‘They make forty stars out of each,’ said the Cogia.

Posted in CoffeeStory | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

A Khutba

Posted by Bayu pada November 30, 2008

The story goes, one of the stories of a hundred, that Cogia Nasr Eddin Efendi one day ascending into the pulpit to preach, said, ‘O believers, do ye not know what I am going to say to you?’  The congregation answered, ‘Dear Cogia Efendi, we do not know.’  Then said the Cogia, ‘What shall I say to you until you do know?’  One day the Cogia ascending again into the pulpit, said, ‘O Mussulmen, do ye not know what I am going to say to you?’  ‘We do know,’ they replied.  Then said the Cogia, ‘Some of ye do know already, what should I have to say to you?’  Then descending from the chair he went out.  The assembly separated quite
astonished, and, when they were out, continued to say, ‘Which are those of us who know?  Which are those who do not know?’  The Cogia one day again mounting the chair in the same manner, said, ‘O brothers, when I said to ye, “Do you know what I shall say?” there were some who said, “We know,” others said, “We do not.”  It were now well that those among ye who knew what the Cogia said should teach those that did not.’

Posted in CoffeeStory | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

The Turkish Jester

Posted by Bayu pada November 30, 2008

A man named Nasreddin was born in Hortu Village in Sivrihisar, Eskişehir in the 13th century, then settled in Akşehir, and later in Konya, where he died. He known as a populist philosopher and wise man, remembered for his funny stories and anecdotes.

Yesterday when I browsed the internet, I found the Nassredin E-book titled The Turkish Jester or The Pleasantries of Cogia Nasr Eddin Effendi (Translated from the Turkish by George Borrow; The Project Gutenberg ebook ). This e-book contain many stories and tales about Nasreddin. The Nasreddin’s stories helped me to understand the meaning of  my life. So, I plan to share his stories with all of you. I hope his stories and tales will help us to find another knowledge about our life. Please enjoy.

note: I still learn English. So if type in wrong word or sentence or grammar, please forgive me :]
You can read the stories in CoffeeStory folder.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »